Kumpulan Berbagai Sumber
Translate
Monday, October 6, 2014
Terjemah lirik lagu Barat terpopuler
New Divide ~ Linkin Park
I remembered black skies, the lightning all around me
Teringatku pada langit gelap, guntur menggelegar di sekelilingku
I remembered each flash, as time began to blur
Teringatku pada tiap kilatan, saat waktu mulai samar
Like a startling sign, that fate had finally found me
Seperti isyarat yang mengejutkan, takdir itu akhirnya menemukanku
And your voice was all I heard, that I get what I deserve
Dan hanya suaramu yang kudengar, bahwa aku mendapat yang layak kudapatkan
CHORUS
So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Maka beri aku alasan tuk buktikan aku salah, tuk bersihkan kenangan ini
Let the floods cross the distance in your eyes
Biarkan banjir lintas jarak di matamu
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Beri aku alasan tuk mengisi lubang ini, menghubungkan ruang di antaranya
Let it be enough to reach the truth that lies, across this new divide
Biarkan cukup bagiku tuk menggapai kenyataan yang terletak, di sepanjang bagian baru ini
There was nothing in sight, but memories left abandoned
Tak ada yang terlihat, tapi kenangan pun terabaikan
There was no where to hide, the ashes fell like snow
Tak ada tempat sembunyi, abu terasa seperti salju
And the ground caved in between where we were standing
Dan tanah pun melingkupi tempat kita berdiri
And your voice was all I heard, that I get what I deserve
Dan hanya suaramu yang kudengar, bahwa aku mendapat yang layak kudapatkan
So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Maka beri aku alasan tuk buktikan aku salah, tuk bersihkan kenangan ini
Let the floods cross the distance in your eyes, across this new divide
Biarkan banjir lintasi jarak di matamu, lintasi bagian baru ini
(Solo)
In every loss, in every lie,
Di setiap kehilangan, di setiap dusta
In every truth that you deny,
Di setiap kenyataan yang kau sangkal
And each regret and each goodbye,
Dan tiap penyesalan dan perpisahan,
Was a mistake too great to hide
Ada kesalahan yang terlalu besar tuk disembunyikan
And your voice was all I heard, that I get what I deserve
Dan hanya suaramu yang kudengar, bahwa aku mendapat yang layak kudapatkan
CHORUS
Across this new divide
Di sepanjang bagian baru ini
Across this new divide
Di sepanjang bagian baru ini
Teringatku pada langit gelap, guntur menggelegar di sekelilingku
I remembered each flash, as time began to blur
Teringatku pada tiap kilatan, saat waktu mulai samar
Like a startling sign, that fate had finally found me
Seperti isyarat yang mengejutkan, takdir itu akhirnya menemukanku
And your voice was all I heard, that I get what I deserve
Dan hanya suaramu yang kudengar, bahwa aku mendapat yang layak kudapatkan
CHORUS
So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Maka beri aku alasan tuk buktikan aku salah, tuk bersihkan kenangan ini
Let the floods cross the distance in your eyes
Biarkan banjir lintas jarak di matamu
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Beri aku alasan tuk mengisi lubang ini, menghubungkan ruang di antaranya
Let it be enough to reach the truth that lies, across this new divide
Biarkan cukup bagiku tuk menggapai kenyataan yang terletak, di sepanjang bagian baru ini
There was nothing in sight, but memories left abandoned
Tak ada yang terlihat, tapi kenangan pun terabaikan
There was no where to hide, the ashes fell like snow
Tak ada tempat sembunyi, abu terasa seperti salju
And the ground caved in between where we were standing
Dan tanah pun melingkupi tempat kita berdiri
And your voice was all I heard, that I get what I deserve
Dan hanya suaramu yang kudengar, bahwa aku mendapat yang layak kudapatkan
So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Maka beri aku alasan tuk buktikan aku salah, tuk bersihkan kenangan ini
Let the floods cross the distance in your eyes, across this new divide
Biarkan banjir lintasi jarak di matamu, lintasi bagian baru ini
(Solo)
In every loss, in every lie,
Di setiap kehilangan, di setiap dusta
In every truth that you deny,
Di setiap kenyataan yang kau sangkal
And each regret and each goodbye,
Dan tiap penyesalan dan perpisahan,
Was a mistake too great to hide
Ada kesalahan yang terlalu besar tuk disembunyikan
And your voice was all I heard, that I get what I deserve
Dan hanya suaramu yang kudengar, bahwa aku mendapat yang layak kudapatkan
CHORUS
Across this new divide
Di sepanjang bagian baru ini
Across this new divide
Di sepanjang bagian baru ini
Wednesday, May 21, 2014
Piala Dunia 2014 (Young_Caffe)
Jadwal Piala Dunia 2014 Brazil Lengkap Dengan Jam Tayang
Pesta akbar piala dunia merupakan
sebuah pesta yang paling di tunggu oleh setiap pecinta bola di seluruh
dunia tak terkecuali juga saya sangat antusias sekali dalam
menyambut bergulirnya piala dunia FIFA sebagai lembaga yang menaungi
sepak bola seluruh indonesia telah meliris jadawal piala dunia 2014
secara lengkap dengan tanggal dan jam tayang nya, untuk itu sebagai
pecinta bola harus lah mempunyai jadwal pertandingannya agar selalu
dapat menyaksikan jalannya pergelaran akbar tersebut, sangat sayang
memang jika melewatkan pertandingan piala dunia yang di selenggarakan
empat tahun sekali itu, bintang-bintang top sepak bola akan siap berlaga
demi membela negara dan mengeluarkan semua kemampuannya, tetapi sering
terjadi sedikit kekecewaan terhadap bintang yang mereka andalkan.
Pasalnya jika mereka rajin
menyumbangkan gol di klub mereka masing-masing tetapi ketika di piala
dunia penampilan mereka di bawah standar performanya, mungkin bisa saja
kurangnya kerjasama karena mereka berlatih dengan tim nasional nya hanya
beberapa bulan saja ketika menjelang piala dunia, tidak seperti di
klub, mereka setiap hari berlatih dan berkomunikasi sehingga dapat
mengerti satu sama lain, tetapi akan kah hal itu terjadi di piala dunia
2014 ini, kita tunggu saja penampilan para bintang sepak bola dunia
dalam menjaga martabat negaranya masing-masing, jadi patut di tunggu
pergelaran piala dunia 2014 yang akan di selenggarakan di Brazil, untuk
dapat mengetahui kapan dan jam berapa pertandingannya akan di mulai ?
berikut ini jadwal piala dunia Brazil 2014
Jadwal Piala Dunia
Group A
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
1
|
13/06 03:00
|
Sao Paulo
|
Brazil vs Croatia
|
2
|
13/06 23:00
|
Natal
|
Mexico vs Cameroon
|
17
|
18/06 02:00
|
Fortaleza
|
Brazil vs Mexico
|
18
|
19/06 05:00
|
Manaus
|
Cameroon vs Croatia
|
33
|
24/06 03:00
|
Brasilia
|
Cameroon vs Brazil
|
34
|
24/06 03:00
|
Recife
|
Croatia vs Mexico
|
Group B
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
3
|
14/06 02:00
|
Salvador
|
Spain vs Netherlands
|
4
|
14/06 05:00
|
Cuiaba
|
Chile vs Australia
|
19
|
19/06 02:00
|
Rio De Janeiro
|
Spain vsChile
|
20
|
18/06 23:00
|
Porto Alegre
|
Australia vs Netherlands
|
35
|
23/06 23:00
|
Curitiba
|
Australia vs Spain
|
36
|
23/06 23:00
|
Sao Paulo
|
Netherlands vs Chile
|
Group C
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
5
|
14/06 23:00
|
Belo Horizonte
|
Colombia vs Greece
|
6
|
15/06 08:00
|
Recife
|
Côte d'Ivoire vs Japan
|
21
|
19/06 23:00
|
Brasilia
|
Colombia vs Côte d'Ivoire
|
22
|
20/06 05:00
|
Natal
|
Japan vs Greece
|
37
|
25/06 03:00
|
Cuiaba
|
Japan vs Colombia
|
38
|
25/06 03:00
|
Fortaleza
|
Greece vs Côte d'Ivoire
|
Group D
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
7
|
15/06 02:00
|
Fortaleza
|
Uruguay vs Costa Rica
|
8
|
15/06 05:00
|
Manaus
|
England vs Italy
|
23
|
20/06 02:00
|
Sao Paulo
|
Uruguay vs England
|
24
|
20/06 23:00
|
Recife
|
Italy vs Costa Rica
|
39
|
24/06 23:00
|
Natal
|
Italy vs Uruguay
|
40
|
24/06 23:00
|
Belo Horizonte
|
Costa Rica vs England
|
Group E
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
9
|
15/06 23:00
|
Brasilia
|
Switzerland vs Ecuador
|
10
|
16/06 02:00
|
Porto Alegre
|
France vs Honduras
|
25
|
21/06 02:00
|
Salvador
|
Switzerland vs France
|
26
|
21/06 05:00
|
Curitiba
|
Honduras vs Ecuador
|
41
|
26/06 03:00
|
Manaus
|
Honduras vs Switzerland
|
42
|
26/06 03:00
|
Rio De Janeiro
|
Ecuador vs France
|
Group F
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
11
|
16/06 05:00
|
Rio De Janeiro
|
Argentina vs Bosnia and Herzegovina
|
12
|
17/06 02:00
|
Curitiba
|
Iran vs Nigeria
|
27
|
21/06 23:00
|
Belo Horizonte
|
Argentina vs Iran
|
28
|
22/06 05:00
|
Cuiaba
|
Nigeria vs Bosnia and Herzegovina
|
43
|
25/06 23:00
|
Porto Alegre
|
Nigeria vs Argentina
|
44
|
25/06 23:00
|
Salvador
|
Bosnia and Herzegovina vs Iran
|
Group G
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
13
|
16/06 23:00
|
Salvador
|
Germany vs Portugal
|
14
|
17/06 05:00
|
Natal
|
Ghana vs USA
|
29
|
22/06 02:00
|
Fortaleza
|
Germany vs Ghana
|
30
|
23/06 05:00
|
Manaus
|
USA vs Portugal
|
45
|
26/06 23:00
|
Recife
|
USA vsGermany
|
46
|
26/06 23:00
|
Brasilia
|
Portugal vs Ghana
|
Group H
| No | Tgl & Jam Tayang | Stadion | Pertandingan |
|---|---|---|---|
15
|
17/06 23:00
|
Belo Horizonte
|
Belgium vs Algeria
|
16
|
18/06 05:00
|
Cuiaba
|
Russia vs Korea Republic
|
31
|
22/06 23:00
|
Rio De Janeiro
|
Belgium vs Russia
|
32
|
23/06 02:00
|
Porto Alegre
|
Korea Republic vs Algeria
|
47
|
27/06 03:00
|
Sao Paulo
|
Korea Republic vs Belgium
|
48
|
27/06 03:00
|
Curitiba
|
Algeria vs Russia
|
Sebagai catatan bahwa Jam tayang di atas sudah di convert ke jam lokal waktu indonesia barat ( WIB ).
Di
tahun-tahun sebelumnya banyak kejutan yang telah di suguhkan oleh
beberapa negara semisal terkadang negara yang sangat di unggulkan untuk
menjadi juara dunia harus rela pulang lebih awal karena kalah bersaing
dengan negara lain yang secara fakta tidak terlalu di unggulkan, akan
kah hal itu dapat terulang di piala dunia kali ini, sebaiknya kita
tunggu saja apa yang akan terjadi di pesta akbar piala dunia 2014 ini,
dan semoga negara yang di favoritkan dapat menjawab kepercayaan
pendukungnya, jangan sampai terlewatkan keseruan pertandingannya, anda
bisa selalu melihat jadwal piala dunia disini atau pun di tempat yang lain yang menyediakan jadwal jalannya pertandingan.
Kita semua berharap mendapatkan
pertandingan yang sangat menghibur apa lagi di indonesia kita harus
bergadang untuk menyaksikan pertandingannya pasalnya jam tayang piala
dunia 2014 brazil jika di convert ke jam lokal bertepatan di malam hari
sampai dini hari, jadi harus siap-siap begadang, dan jangan lupa
sediakan kopi agar tidak mengantuk pada saat menyaksikan
pertandingannya, selain dapat menahan ngantuk kopi juga mempunyai
manfaat lain, manfaat minum kopi dapat mencegah penyakit kanker dan diabetes loh asalkan tidak terlalu banyak meminumnya dan teratur.
Selain piala dunia mata dunia
juga akan tertuju kepada pergelaran akbar motogp yang akan menggelar
race pertamanya pada tanggal 23 maret di Qatar, jadi jangan lewatkan
juga keseruannya dan dapatkan juga jadwal motogp
yang sudah ada pada postingan sebelumnya, tahun 2014 ini benar-benar
dapat memanjakan mata penggemar olahraga di seluruh dunia, semoga dengan
sadar akan olahraga kita selalu di berikan kesehatan, demikianlah
informasi yang bisa saya sampaikan mengenai Jadwal Piala Dunia 2014 Brazil Lengkap Dengan Jam Tayang semoga dapat membantu, dan anda tidak terlewatkan pertandingan demi pertandingannya.
Monday, January 13, 2014
Hadits
Kami Akan Menjelaskan Sumber Hukum Islam Yang Kedua(2), yaitu:Hadits...
Kami Mendapatkannya Dari Berbagai Sumber, Diantarannya:Wikipedia Dan Berbagai Blog Lainnya. Kami Menyusunnya Menjadi Kesatuan Yang Utuh, Terima Kasih Atas para Pesumber Blog(Terutama Wikipedia) Atas Informasinya Kami Ucapkan Terima Kasih yang Sebanyak-banyaknya...
dengarkan (bantuan·info), transliterasi: Al-Hadîts), adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan landasan syariat Islam. Hadits dijadikan sumber hukum Islam selain al-Qur'an
yang mana kedudukannya hadits merupakan sumber hukum kedua setelah
al-Qur'an. Kedudukannya yang lebih lengkap adalah sebagai berikut:
Menurut istilah ulama ahli hadits,[siapa?] hadits yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (Arab: taqrîr), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (Arab: bi'tsah) dan terkadang juga sebelumnya, sehingga arti hadits di sini semakna dengan sunnah.
Kata hadits yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.[1] Kata hadits itu sendiri adalah bukan kata infinitif,[2] maka kata tersebut adalah kata benda.[3]
Jadi yang perlu dicermati dalam memahami hadits terkait dengan sanadnya ialah :
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah hadits
Hadits sebagai kitab berisi berita tentang sabda, perbuatan dan sikap
Nabi Muhammad sebagai Rasul. Berita tersebut didapat dari para sahabat
pada saat bergaul dengan Nabi. Berita itu selanjutnya disampaikan kepada
sahabat lain yang tidak mengetahui berita itu, atau disampaikan kepada
murid-muridnya dan diteruskan kepada murid-murid berikutnya lagi hingga
sampai kepada pembuku hadits. Itulah pembentukan hadits.
Pengertian Asbab al-Wurud dalam Ilmu Hadis
Kami Mendapatkannya Dari Berbagai Sumber, Diantarannya:Wikipedia Dan Berbagai Blog Lainnya. Kami Menyusunnya Menjadi Kesatuan Yang Utuh, Terima Kasih Atas para Pesumber Blog(Terutama Wikipedia) Atas Informasinya Kami Ucapkan Terima Kasih yang Sebanyak-banyaknya...
~Hadits~
Hadits (ejaan KBBI: Hadis, Bahasa Arab: الحديثEtimologi
Hadits secara harfiah berarti "berbicara", "perkataan" atau "percakapan". Dalam terminologi Islam istilah hadits berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad SAW.Menurut istilah ulama ahli hadits,[siapa?] hadits yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (Arab: taqrîr), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (Arab: bi'tsah) dan terkadang juga sebelumnya, sehingga arti hadits di sini semakna dengan sunnah.
Kata hadits yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.[1] Kata hadits itu sendiri adalah bukan kata infinitif,[2] maka kata tersebut adalah kata benda.[3]
Struktur hadits
Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad (rantai penutur) dan matan (redaksi).- Contoh:Musaddad mengabari bahwa Yahya sebagaimana diberitakan oleh Syu'bah, dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri" (hadits riwayat Bukhari)
Sanad
Sanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits. Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah. Sanad, memberikan gambaran keaslian suatu riwayat. Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah- Al-Bukhari --> Musaddad --> Yahya --> Syu’bah --> Qatadah --> Anas --> Nabi Muhammad SAW
Jadi yang perlu dicermati dalam memahami hadits terkait dengan sanadnya ialah :
- Keutuhan sanadnya
- Jumlahnya
- Perawi akhirnya
Matan
Matan ialah redaksi dari hadits, dari contoh sebelumnya maka matan hadits bersangkutan ialah:- "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri"
- Ujung sanad sebagai sumber redaksi, apakah berujung pada Nabi Muhammad atau bukan,
- Matan hadits itu sendiri dalam hubungannya dengan hadits lain yang lebih kuat sanadnya (apakah ada yang melemahkan atau menguatkan) dan selanjutnya dengan ayat dalam Al Quran (apakah ada yang bertolak belakang).
Klasifikasi hadits
Hadits dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yakni bermulanya ujung sanad, keutuhan rantai sanad, jumlah penutur (periwayat) serta tingkat keaslian hadits (dapat diterima atau tidaknya hadits bersangkutan)Berdasarkan ujung sanad
Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu (terangkat), mauquf (terhenti) dan maqtu:- Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW (contoh: hadits sebelumnya)
- Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu'. Contoh: Al Bukhari dalam kitab Al-Fara'id (hukum waris) menyampaikan bahwa Abu Bakar, Ibnu Abbas dan Ibnu Al-Zubair mengatakan: "Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah". Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti "Kami diperintahkan..", "Kami dilarang untuk...", "Kami terbiasa... jika sedang bersama rasulullah" maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu'.
- Hadits Maqtu' adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi'in (penerus). Contoh hadits ini adalah: Imam Muslim meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: "Pengetahuan ini (hadits) adalah agama, maka berhati-hatilah kamu darimana kamu mengambil agamamu".
Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanad
Berdasarkan klasifikasi ini hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad, Munqati', Mu'allaq, Mu'dal dan Mursal. Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur di atasnya.- Ilustrasi sanad: Pencatat Hadits > penutur 4> penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(Para sahabat) > Rasulullah SAW
- Hadits Musnad, sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi.
- Hadits Mursal, bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur2) mengatakan "Rasulullah berkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya).
- Hadits Munqati', bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3
- Hadits Mu'dal, bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.
- Hadits Mu'allaq, bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: "Seorang pencatat hadits mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan...." tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah).
Berdasarkan jumlah penutur
Jumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas hadits mutawatir dan hadits ahad.- Hadits mutawatir, adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). Hadits mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada tiap riwayat) dan ma'nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiap riwayat)
- Hadits ahad, hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang
namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. Hadits ahad kemudian dibedakan
atas tiga jenis antara lain :
- Gharib, bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur, meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur)
- Aziz, bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan)
- Mashur, bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir.
Berdasarkan tingkat keaslian hadits
Kategorisasi tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih, hasan, da'if dan maudu'- Hadits Shahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Sanadnya bersambung;
- Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
- Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits.
- Hadits Hasan, bila hadits yang tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.
- Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.
- Hadits Maudu, bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam rantai sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.
Jenis-jenis lain
Adapun beberapa jenis hadits lainnya yang tidak disebutkan dari klasifikasi di atas antara lain:- Hadits matruk, yang berarti hadits yang ditinggalkan yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja dan perawi itu dituduh berdusta.
- Hadits mungkar, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tepercaya/jujur.
- Hadits mu'allal, artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadits Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa juga disebut hadits Ma'lul (yang dicacati) dan disebut hadits Mu'tal (hadits sakit atau cacat)
- Hadits mudlthorib, artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidaksama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan
- Hadits maqlub, yakni hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan ileh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi)
- Hadits gholia, yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah
- Hadits mudraj, yaitu hadits yang mengalami penambahan isi oleh perawinya
- Hadits syadz, hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi orang yang tepercaya yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi yang lain.
- Hadits mudallas, disebut juga hadits yang disembunyikan
cacatnya karena diriwayatkan melalui sanad yang memberikan kesan
seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad
atau pada gurunya. Jadi, hadits Mudallas ini ialah hadits yang
ditutup-tutupi kelemahan sanadnya.
Periwayat hadits
- Shahih Bukhari, disusun oleh Bukhari (194-256 H).
- Shahih Muslim, disusun oleh Muslim (204-262 H).
- Sunan Abu Dawud, disusun oleh Abu Dawud (202-275 H).
- Sunan at-Turmudzi, disusun oleh At-Turmudzi (209-279 H).
- Sunan an-Nasa'i, disusun oleh an-Nasa'i (215-303 H).
- Sunan Ibnu Majah, disusun oleh Ibnu Majah (209-273).
- Musnad Ahmad, disusun oleh Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H).
- Muwatta Malik, disusun oleh Imam Malik (93-179 H).
- Sunan Darimi, disusun oleh Ad-Darimi (181-255 H).
Beberapa istilah dalam ilmu hadits
Berdasarkan siapa yang meriwayatkan, terdapat beberapa istilah yang dijumpai pada ilmu hadits antara lain:- Muttafaq Alaih (disepakati atasnya) yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama, dikenal dengan hadits Bukhari dan Muslim
- As-Sab'ah berarti tujuh perawi yaitu: Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Majah
- As-Sittah maksudnya enam perawi yakni mereka yang tersebut di atas selain Ahmad bin Hambal (Imam Ibnu Majah)
- Al-Khamsah maksudnya lima perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Imam Bukhari dan Imam Muslim
- Al-Arba'ah maksudnya empat perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim
- Ats-Tsalatsah maksudnya tiga perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.
Pembentukan dan Sejarahnya
Masa pembentukan hadits
Masa pembentukan hadits tiada lain masa kerasulan Nabi Muhammad itu sendiri, ialah lebih kurang 23 tahun. Pada masa ini hadits belum ditulis, dan hanya berada dalam benak atau hafalan para sahabat saja. perode ini disebut al wahyu wa at takwin. Pada saat ini Nabi Muhammad sempat melarang penulisan hadits agar tidak tercampur dengan periwayatan Al Qur'an, namun setelah beberapa waktu, beliau Shalallahu alaihi wassallam membolehkan penulisan hadits dari beberapa orang sahabat yang mulia, seperti Abdullah bin Mas'ud, Abu Bakar, Umar, Abu Hurairah, Zaid bin Tsabit, dllnya. Periode ini dimulai sejak muhammad diangkat sebagai nabi dan rosul hingga wafatnya (610M-632 M)Masa Penggalian
Masa ini adalah masa pada sahabat besar dan tabi'in, dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 11 H atau 632 M. Pada masa ini hadits belum ditulis ataupun dibukukan, kecuali yang dilakukan oleh beberapa sahabat seperti Abu Hurairah, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Abdullah bin Mas'ud, dllnya.. Seiring dengan perkembangan dakwah, mulailah bermunculan persoalan baru umat Islam yang mendorong para sahabat saling bertukar hadits dan menggali dari sumber-sumber utamanya.Masa penghimpunan
Masa ini ditandai dengan sikap para sahabat dan tabi'in yang mulai menolak menerima hadits baru, seiring terjadinya tragedi perebutan kedudukan kekhalifahan yang bergeser ke bidang syari'at dan 'aqidah dengan munculnya hadits palsu. Para sahabat dan tabi'in ini sangat mengenal betul pihak-pihak yang melibatkan diri dan yang terlibat dalam permusuhan tersebut, sehingga jika ada hadits baru yang belum pernah dimiliki sebelumnya diteliti secermat-cermatnya siapa-siapa yang menjadi sumber dan pembawa hadits itu. Maka pada masa pemerintahan Khalifah 'Umar bin 'Abdul 'Aziz sekaligus sebagai salah seorang tabi'in memerintahkan penghimpunan hadits. Masa ini terjadi pada abad 2 H, dan hadits yang terhimpun belum dipisahkan mana yang merupakan hadits marfu' dan mana yang mauquf dan mana yang maqthu'.Masa pendiwanan dan penyusunan
Abad 3 H merupakan masa pendiwanan (pembukuan) dan penyusunan hadits. Guna menghindari salah pengertian bagi umat Islam dalam memahami hadits sebagai prilaku Nabi Muhammad, maka para ulama mulai mengelompokkan hadits dan memisahkan kumpulan hadits yang termasuk marfu' (yang berisi perilaku Nabi Muhammad), mana yang mauquf (berisi prilaku sahabat) dan mana yang maqthu' (berisi prilaku tabi'in). Usaha pembukuan hadits pada masa ini selain telah dikelompokkan (sebagaimana dimaksud di atas) juga dilakukan penelitian Sanad dan Rawi-rawi pembawa beritanya sebagai wujud tash-hih (koreksi/verifikasi) atas hadits yang ada maupun yang dihafal. Selanjutnya pada abad 4 H, usaha pembukuan hadits terus dilanjutkan hingga dinyatakannya bahwa pada masa ini telah selesai melakukan pembinaan maghligai hadits. Sedangkan abad 5 hijriyah dan seterusnya adalah masa memperbaiki susunan kitab hadits seperti menghimpun yang terserakan atau menghimpun untuk memudahkan mempelajarinya dengan sumber utamanya kitab-kitab hadits abad ke-4 Hijriyah.Kitab-kitab hadits
Berdasarkan masa penghimpunan haditsAbad ke-2 Hijriyah
Beberapa kitab yang terkenal:- Al Muwaththa oleh Malik bin Anas
- Al Musnad oleh Ahmad bin Hambal (tahun 150 - 204 H / 767 - 820 M)
- Mukhtaliful Hadits oleh As Syafi'i
- Al Jami' oleh Abdurrazzaq Ash Shan'ani
- Mushannaf Syu'bah oleh Syu'bah bin Hajjaj (tahun 82 - 160 H / 701 - 776 M)
- Mushannaf Sufyan oleh Sufyan bin Uyainah (tahun 107 - 190 H / 725 - 814 M)
- Mushannaf Al Laist oleh Al Laist bin Sa'ad (tahun 94 - 175 / 713 - 792 M)
- As Sunan Al Auza'i oleh Al Auza'i (tahun 88 - 157 / 707 - 773 M)
- As Sunan Al Humaidi (wafat tahun 219 H / 834 M)
- Dari kesembilan kitab tersebut yang sangat mendapat perhatian para 'lama hanya tiga, yaitu Al Muwaththa', Al Musnad dan Mukhtaliful Hadits. Sedangkan selebihnya kurang mendapat perhatian akhirnya hilang ditelan zaman.
Abad ke-3 H
- Musnadul Kabir oleh Ahmad bin Hambal dan 3 macam lainnya yaitu Kitab Shahih, Kitab Sunan dan Kitab Musnad yang selengkapnya :
- Al Jami'ush Shahih Bukhari oleh Bukhari (194-256 H / 810-870 M)
- Al Jami'ush Shahih Muslim oleh Muslim (204-261 H / 820-875 M)
- As Sunan Ibnu Majah oleh Ibnu Majah (207-273 H / 824-887 M)
- As Sunan Abu Dawud oleh Abu Dawud (202-275 H / 817-889 M)
- As Sunan At Tirmidzi oleh At Tirmidzi (209-279 H / 825-892 M)
- As Sunan Nasai oleh An Nasai (225-303 H / 839-915 M)
- As Sunan Darimi oleh Darimi (181-255 H / 797-869 M)
Abad ke-4 H
- Al Mu'jamul Kabir oleh Ath Thabarani (260-340 H / 873-952 M)
- Al Mu'jamul Ausath oleh Ath Thabarani (260-340 H / 873-952 M)
- Al Mu'jamush Shaghir oleh Ath Thabarani (260-340 H / 873-952 M)
- Al Mustadrak oleh Al Hakim (321-405 H / 933-1014 M)
- Ash Shahih oleh Ibnu Khuzaimah (233-311 H / 838-924 M)
- At Taqasim wal Anwa' oleh Abu Awwanah (wafat 316 H / 928 M)
- As Shahih oleh Abu Hatim bin Hibban (wafat 354 H/ 965 M)
- Al Muntaqa oleh Ibnu Sakan (wafat 353 H / 964 M)
- As Sunan oleh Ad Daruquthni (306-385 H / 919-995 M)
- Al Mushannaf oleh Ath Thahawi (239-321 H / 853-933 M)
- Al Musnad oleh Ibnu Nashar Ar Razi (wafat 301 H / 913 M)
Abad ke-5 H dan selanjutnya
- Hasil penghimpunan
- Bersumber dari Kutubus sittah saja
- Jami'ul Ushul oleh Ibnu Atsir Al Jazari (556-630 H / 1160-1233 M)
- Tashiful Wushul oleh Al Fairuz Zabadi (? - ? H / ? - 1084 M)
- Bersumber dari kutubus sittah dan kitab lainnya, yaitu Jami'ul Masanid oleh Ibnu Katsir (706-774 H / 1302-1373 M)
- Bersumber dari selain kutubus sittah, yaitu Jami'ush Shaghir oleh As Sayuthi (849-911 H / 1445-1505 M)
- Hasil pembidangan (mengelompokkan ke dalam bidang-bidang)
- Kitab Al Hadits Hukum, diantaranya :
- Sunan oleh Ad Daruquthni (306-385 H / 919-995 M)
- As Sunannul Kubra oleh Al Baihaqi (384-458 H / 994-1066 M)
- Al Imam oleh Ibnul Daqiqil 'Id (625-702 H / 1228-1302 M)
- Muntaqal Akhbar oleh Majduddin Al Hirani (? - 652 H / ? - 1254 M)
- Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al Asqalani (773-852 H / 1371-1448 M)
- 'Umdatul Ahkam oleh 'Abdul Ghani Al Maqdisi (541-600 H / 1146-1203 M)
- Al Muharrar oleh Ibnu Qudamah Al Maqdisi (675-744 H / 1276-1343 M)
- Kitab Al Hadits Akhlaq
- At Targhib wat Tarhib oleh Al Mundziri (581-656 H / 1185-1258 M)
- Riyadhus Shalihin oleh Imam Nawawi (631-676 H / 1233-1277 M)
- Syarh (semacam tafsir untuk hadits)
- Untuk Shahih Bukhari terdapat Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Asqalani (773-852 H / 1371-1448 M)
- Untuk Shahih Muslim terdapat Minhajul Muhadditsin oleh Imam An-Nawawi (631-676 H / 1233-1277 M)
- Untuk Shahih Muslim terdapat Al Mu'allim oleh Al Maziri (wafat 536 H / 1142 M)
- Untuk Muntaqal Akhbar terdapat Nailul Authar oleh Asy-Syaukani (wafat 1250 H / 1834 M)
- Untuk Bulughul Maram terdapat Subulussalam oleh Ash-Shan'ani (wafat 1099 H / 1687 M)
- Mukhtashar (ringkasan)
- Untuk Shahih Bukhari diantaranya Tajridush Shahih oleh Al Husain bin Mubarrak (546-631 H / 1152-1233 M)
- Untuk Shahih Muslim diantaranya Mukhtashar oleh Al Mundziri (581-656 H / 1185-1258 M)
- Lain-lain
- Kitab Al Kalimuth Thayyib oleh Ibnu Taimiyah (661-728 H / 1263-1328 M) berisi hadits-hadits tentang doa.
- Kitab Al Mustadrak oleh Al Hakim (321-405 H / 933-1014 M) berisi hadits yang dipandang shahih menurut syarat Bukhari atau Muslim dan menurut dirinya sendiri.
~Hadits Qudsi~
Hadits Qudsi salah satu jenis hadits dimana perkataan Nabi Muhammad disandarkan kepada Allah atau dengan kata lain Nabi Muhammad meriwayatkan perkataan Allah.[1] Secara bahasa (Etimologis), kata القدسي dinisbahkan kepada kata القدس (suci). Artinya, hadits yang dinisbahkan kepada Dzat yang Maha suci, yaitu Allah swt. Dan secara istilah (terminologis) adalah sesuatu (hadits) yang dinukil kepada kita dari nabi Muhammad saw. yang disandarkan kepada Tuhannya. Secara sederhana dikatakan Hadist Qudsi adalah perkataan Nabi Muhammad , tentang Wahyu Tuhan yang diterimanya secara langsung , tanpa perantaraan malaikat (Jibril).Daftar isi
Perbedaan Antara Hadits Qudsi Dan al-Qur`an
- Terdapat perbedaan yang banyak sekali antara keduanya, di antaranya adalah:
- Bahwa lafazh dan makna al-Qur`an berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian, alias maknanya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala namun lafazhnya berasal dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam.
- Bahwa membaca al-Qur`an merupakan ibadah sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian.
- Syarat validitas al-Qur`an adalah at-Tawâtur (bersifat mutawatir) sedangkan Hadîts Qudsi tidak demikian.
- Secara sederhana dapat dikatakan, Hadist Qudsi adalah Wahyu Tuhan yang diterima Nabi Muhammad secara langsung, TANPA perantaraan malaikat Jibril. Sehingga tidak ada kata QUL (katakanlah) diawal kalimat dan Allah membahasakan diri-Nya dengan sebutan AKU .
- Sedangkan Al Qur'an adalah Wahyu Tuhan yang diterima Nabi Muhammad lewat perantaraan Malaikat Jibril. Sehingga Jibril membacakan wahyu dengan permulaan kata Qul dan Jibril membahasakan Tuhan dengan sebutan nama-Nya, Allah ( dan Asmaul Husna lainnya ).
- Hadist Qudsi memakai kalimat langsung ( orang pertama / Aku ) , sedang Al Qur'an memakai kalimat orang ketiga .
- Hadist Qudsi diturunkan secara "private" (khusus ) kepada Muhammad sebagai Nabi, sehinggga tidak disebarluaskan untuk umum , karena bersifat pribadi. Hanya beberapa sahabat terpercaya saja yang menerimanya .
- Sedangkan Al Qur'an diturunkan kepada Muhammad sebagai Rosul , sehingga Nabi Muhammad wajib menyebarluaskannya kepada umatnya dan seluruh umat manusia .
- Demi kemurnian dan kesucian Al Qur'an, Hadist Qudsi dan Al Qur'an tidak disatukan dalam satu Mushaf. Hadist Qudsi dibiarkan berdiri sendiri dan tidak pernah dibukukan (kodifikasi) secara resmi .
Jumlah Hadits Qudsi
Dibandingkan dengan jumlah hadits-hadits Nabi, maka Hadîts Qudsiy bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya lebih sedikit dari 200 hadits. Karena Hadist Qudsi sebenarnya adalah untuk Muhammad sebagai pribadi Nabi , bukan sebagai Rosul , maka Nabi pun "pilih-pilih" dalam memberikannya kepada sahabat - sahabatnya . Hanya sahabat - sahabat terpilih yang mempunyai kecerdasan tinggi saja yang menerimanya . Karena memang Hadist Qudsi bukan untuk konsumsi umum . Sampai sekarang pun masih banyak kalangan umat Islam yang tak mampu menerima "kebenaran" Hadist Qudsi. Tinggi kandungan "isi"-nya adalah penyebabnya . Hanya sahabat - sahabat khusus saja yang menerima Hadist Qudsi dari Nabi Muhammad , semisal Sayyidina Ali bin Abu Tholib dan sahabat Abu HurairahLafazh-Lafazh Periwayatannya
Bagi orang yang meriwayatkan Hadits Qudsi, maka dia dapat menggunakan salah satu dari dua lafazh-lafazh periwayatannya:- Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya 'Azza Wa Jalla
- Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, pada apa yang diriwayatkan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam dari-Nya
Contoh
- "Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan persekutuan. Barangsiapa melakukan suatu amalan kemudian dia mempersekutukan diri-Ku dengan yang lain, maka Aku akan meninggalkannya dan meninggalkan sekutunya." Dalam riwayat yang lain disebutkan: "Maka dia akan menjadi milik sekutunya dan Aku berlepas diri darinya."
- Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW yang meriwayatkan dari Allah Azza wa Jalla: "Tangan Allah penuh, tidak dikurangi lantaran memberi nafkah, baik di waktu siang maupun malam."
- Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW berkata: " Allah ta`ala berfirman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku. Bila menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-Ku di kalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu
Buku Mengenai Hadits Qudsi
Di antara buku yang paling masyhur mengenai Hadits Qudsi adalah kitab Al-Ithâfât as-Saniyyah Bi al-Ahâdîts al-Qudsiyyah karya 'Abdur Ra`uf al-Munawiy. Di dalam buku ini terkoleksi 272 buah hadits. Sebenarnya Hadist Qudsi tidak pernah dibukukan (kodifikasi) secara resmi , sebagaimana Al Qur'an yang dibukukan secara resmi pada jaman Khalifah Utsman dengan nama Al Qur'an Mushaf Utsmani ( yang berarti jika ada Al Qur'an diluar itu maka itu adalah Al Qur'an palsu ) . Yang ada Hadist Qudsi tersimpan pada pribadi - pribadi sahabat Nabi dan disampaikan lewat mulut ke mulut . Karena "isinya" yang tinggi, Hadist Qudsi tercecer hanya pada sahabat - sahabat khusus saja, yang menyimpannya bagi dirinya sendiri dan kemudian menurunkannya pada orang - orang tertentu pula . Sebagaimana Abu Hurairah berkata , " Aku menerima sekantung ilmu dari Rosululloh. Separuh kantung aku bagikan kepada kamu semua dan separuhnya lagi aku simpan buat aku sendiri . Karena jika yang separuh lagi itu aku bagikan juga , niscaya kalian akan mengkafirkanku dan menggantungku "Pengertian Asbab al-Wurud dalam Ilmu Hadis
Kata asbab adalah bentuk jamak dari sabab, sedangkan wurud berasal dari warada-yaridu-wurudan,
artinya datang. Jadi Asbab al-Wurud hadis artinya adalah ilmu yang
menerangkan sebab-sebab datangnya hadis. Istilah tersebut biasa dipakai
dalam diskursus ilmu hadis, maka asbabul wurud biasa diartikan sebagai
sebab-sebab atau latar belakang munculnya suatu hadis.
Menurut as-Suyuthi, secara terminologi asbab al-wurud diartikan sebagai sesuatu yang menjadi thariq
(metode) untuk menentukan maksud suatu hadis yang bersifat umum atau
khusus, mutlak atau muqayyad dan untuk menentukan ada tidaknya naskh
(pembatalan) dalam suatu hadis.
Menurut definisi muhadisin asbab al-wurud, adalah suatu ilmu yang
dengannya dapat di ketahui sebab-sebab nabi menurunkan sabdanya dan
masa-masanya nabi menuturkannya.
Ilmu asbab al-wurud tidak kalah pentingnya dengan ilmu-ilmu yang lain,
karena dengan mengetahui sebab-sebab, latar belakang dan sejarah
dikeluarkan hadis, akan dapat menolong kita dalam memahami dan
menafsirkan hadis dan dengan mengetahui ilmu ini akan bisa mengetahui
mana hadis nasikh dan mansukh dan lain sebagainya, sebagaimana ilmu
asbabul nuzul menolong kita dalam memahami dan menafsirkan al-Quran.
Memahami hadis nabi saw, ialah dengan memperhatikan sebab-sebab khusus
yang melatarbelakangi diucapkannya suatu hadis, atau kaitannya dengan
suatu illat (alasan, sebab) tertentu, yang dinyatakan dalam hadis
tersebut atau disimpulkan darinya, ataupun dapat dipahami dari kejadian
yang menyertainya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
